Subjek, Predikat, Objek, Keterangan (SPOK) – Pola Pikiran yang Terkontaminasi
Mana yang lebih penting dalam sebuah kalimat? Predikat atau objek? Mana yang lebih dekat dan berpengaruh pada subjek (pelaku) di antara keduanya? Kalau kalimatnya begini: Saya menikah dengan X.
Apakah isu yang lebih kuat justru “saya menikah” atau “hubungan saya dengan X”?
Pagi ini saya berpikir yang lebih berpengaruh pada diri saya yaitu “saya menikah” yakni apa yang saya putuskan untuk dilakukan. Objeknya siapa, bagi saya pagi ini tidak terlalu penting.
Mari kita ambil contoh kalimat lain: “Saya bekerja di pemerintahan”. Mana yang lebih penting antara “saya bekerja” dengan “saya dengan pemerintahan”?
Menurut saya idealisme si subjek (pelaku) yang menentukan objek, sementara predikat umumnya bertebaran pada “values” yang sudah dipegang masyarakat. Values yang seringkali mendominasi pikiran dan perbuatan kita tanpa kita mampu lagi untuk membedakan apakah ini kemauan kita atau kontaminasi dari values-nya masyarakat?
Sejak ada orang lain hadir, sejak itu pikiran kita terkontaminasi.
21/02/09
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment