Thursday, April 16, 2009

Bukankah Laki-laki Berpihak pada Wanita Baik-baik?

Bukankah Laki-laki Berpihak pada Wanita Baik-baik?

Bukankah kita semua dikenalkan sejak dini pada sosok baik-baik dan menderita? Putri Salju, Cinderella, Bawang Putih, dsb. Kenyataan juga mengajarkan pada kita, bahwa manusia banyak yang tidak mengambil keputusan sendiri karena itu bisa berarti fatalisme. Maka berlomba-lombalah semua wanita untuk menjadi baik-baik, supaya dipilih.

Mari samakan persepsi: wanita baik-baik di sini berarti wanita yang tidak mendebat, yang bisa menerima suatu statement tanpa banyak pertanyaan mengapa begini, mengapa begitu, wanita yang lurus-lurus saja, ngga mikir untuk nge-bom rumah tetangganya atau melakukan riset mengenai modus militer terhadap penculikan mahasiswa. Wanita yang penuh mengerti.

Itu sebabnya aku begitu pesimis, karena aku tidak berada dalam antrian “supaya dipilih” tersebut. Tidak menyenangkan rasanya mengetahui kita keluar jalur, namun tidak memiliki keinginan untuk kembali. Bukankah semua pria baik/jahat mencari “pelabuhan yang baik-baik” agar keturunan pun baik-baik dan hidup tenang, mereka yakini terjamin.
-bukan wanita baik-baik-
02/03/09

No comments: