Kehilangan, Milik Pribadi atau Bersama?
Betapa complicated-nya menjadi manusia, atau lebih tepatnya betapa complicated-nya menjadi manusia seperti saya, membawa beban orang-orang dalam pundaknya yang rapuh dan bertonjolan tulang.
Kemarin saya mendengar dua kabar kehilangan. Pertama, kehilangan blackberry, kedua kehilangan nyawa. Saya memposisikan diri saya sebagai orang yang kehilangan tersebut. Hasilnya? Kehilangan tersebut menjadi bahan pikiran saya, menguak masa lalu saya. Mengurai arti kehilangan buat saya, kehilangan seorang ibu, satu adik dan soulmate. Itu adalah kehilangan terbesar sampai hari ini, kehilangan yang membuat luka dan proses healing masih berlangsung sampai sekarang. Betapa kehilangan yang tidak kita rancang sendiri begitu terasa sadis. Merenggut sekonyong-konyong. Saat kita kehilangan sesuatu, sering kali kita mengutuki even kadang mungkin peristiwa hilang itu mengingatkan kita pada keberadaan yang lain. Dan dengan kehilangan itu saya belajar sedikit kebahagiaan, kebahagiaan yang dulu begitu literal, sekarang lebih abstrak namun indah..
27/02/09
Thursday, April 16, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment