(Asyik ya judulnya? Hehe I wish I could play guitar, bikin lagu dengan judul di atas. Ahoy!)
Kamu tahu apa obat stress buat orang-orang yang dilarang menenggak bir atau minuman beralkohol lainnya? We’re dancing. Nope.
Pertama kita akan ngomong sendiri, ngeluh ini ngeluh itu. Saat stress tidak juga hilang, lalu kita mulai buka-buka playlist. Bosan dengan tune yang sama, kita akan streaming dengerin radio, denger lagu-lagu baru, ikut menyumpah serapah saat lagunya menuturkan lirik kasar.
Jango, si internet radio, membuat saya berkhayal memiliki pacar dengan nama yang sama. Seperti apa rupanya? Nanti dulu saya sedang memikirkan bagaimana saya akan memanggilnya: Jeng? Nggo? Go? Jenggo?. Ahh ngga enak ya. Penampilannya? Jelas dia akan memakai kemeja flannel dengan dua kancing dibuka di bagian atas. Bagian lengan dilipat asal. Jeans belel sobek-sobek, sepatu boots coklat butek. Dan dia akan jemput saya pulang kantor naik motor gede, manggil saya dari kejauhan dengan “Hai beib” sambil buang sisa rokoknya menyalakan mesin motor. Haha!
Gila memang khayalan saya. Tapi mungkin efeknya jauh lebih mujarab untuk stress daripada bir atau wine di pagi hari yang bikin kita hangover sepanjang hari.
Kalau ditanya apa saya tidak penasaran dengan efek si bir? Tentu saya penasaran, tetapi sungguh saya menikmati khayalan-khayalan yang didasari keinginan saya mengenal bir lebih jauh. Halo B.I.R, kenalkan saya N.Y.D.A, pengkhayal, apakah kamu pemabuk? senyum kecil semuaaaa!
Monday, November 29, 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment