Tadi saya mendapat pemandangan yang menggelitik untuk ditulis. Seorang wanita berjilbab membawa Al-Quran dan mengkaji terjemahannya di bus. Yang menggelitik bukan aktivitasnya, tetapi caranya berpakaian. Bajunya transparan di sepanjang lengan dan longgar di bagian bawah, jadi sedikit saja bergerak atau mengangkat tangan pasti si lengan baju akan melorot hingga siku. Padahal itu termasuk bagian aurat. Saya berusaha positive thinking mungkin dia muallaf, baru belajar jadi belum tahu hukum-hukumnya.
Saya pun berpikir lebih panjang lagi, sudah bukan hal umum sepertinya orang berilmu hanya menjadikan ilmu sebagai ilmu, hakim belajar hukum tetapi ada juga yang masih menyelewengkan wewenangnya, wakil rakyat tahu hak dan kewajibannya tetapi ada juga yang melalaikannya, wanita berjilbab tahu mana yang halal dan yang tidak halal untuk diperlihatkan pada bukan muhrimnya tapi tidak bisa menetapi. Semua ilmu yang jauh-jauh dicari, mahal-mahal dibeli, susah-susah dilafalkan setiap malam hanya sekedar menjadi pengetahuan, diserap bukan untuk diterapkan.
Memang manusia tempatnya salah dan dosa, tapi bukankan selalu ada kesempatan untuk memperbaiki diri? Haaah saya jadi serius dan menggurui gitu ya disini.
Saya sendiri sebenarnya masih belum menerapkan ilmu, salah satunya ikhlas dan bersabar, tadi pagi saya dorong pengamen yang nyanyi ngga bisa diam sambil joget-joget, walhasil beberapa bagian tubuhnya seperti pantat dan tangan beberapa kali menyenggol tubuh saya. Tanpa banyak bicara pun saya dorong tubuhnya. Dia ngomel-ngomel panjang berulang kali, saya tetap dorong dan tidak mendengar satu pun perkataannya dengan jelas: diselamatkan oleh dentuman blackout dari linkin park yang liriknya sangat pas mewakili isi hati si pengamen saya rasa, simak penggalan berikut:
Fuck it, are you listening?
-berjilbab tapi masih belum bisa ngerem bicara kasar: itu saya
Thursday, November 25, 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment