Isilah titik-titik di atas!
You are what you eat
You are what you say
You are what you listen to
You are what you wear
Ada yang setuju?
Saya karnivora, pemakan daging sejati, tidak mengenal sayuran kecuali salad yang berlumur thousand island.
Saya mendengarkan musik dengan standar kualitas "nyda", kadang dengerin Drake, Kid Cudi, Lupe Fiasco dan teman-temannya. Tapi sering juga tergoda buat denger musik-musik easy listening macam RAN, Ello, atau Juniar Arief (kalo denger lagu mereka bisa sambil melatih olah vokal :p).
Selebihnya saya pencinta Tortured Soul, Phoenix, The Magic Numbers, Maliq and The Essentials, Mariah Carey (please jangan muntah baca nama ini), The Killers, Ingrid Michaelson, Ladyhawke, Daft Punk dll.
Apa yang saya pakai?
Baju-baju longgar cenderung kebesaran, skinny jeans, dan mostly rok.
Koleksi sepatu saya? Ada sepatu ala wanita karir berpletak-pletok mengintimidasi flat shoes dengan kombinasi warna hitam-putih serta belt kecil sebagai pemanis, sepatu kulit bertali hitam polos, flat shoes cokelat, wedges berwarna turqoise, sepatu bahan produksi Bali.
Aksesoris wajib: gelang dan jam tangan.
Warna yang mendominasi: cokelat, biru, hitam, putih.
Semoga deskripsi di atas cukup mewakili siapa saya.
Terkait ungkapan "you are what you eat", ada hal menarik yang mau saya bagi. Siang itu, saya menonton Oprah Winfrey show yang membahas Proposi 2 yang akan diberlakukan di California, isinya saya tidak terlalu mengerti tentang apa. Yang saya tangkap, proposi tersebut berisi aturan mengenai standar kandang untuk hewan ternak. Proposi tsb ditentang keras oleh para peternak California, pasalnya dengan standar kandang yang ditetapkan dalam proposi tsb, usaha ternak mereka akan bangkrut, mengingat kandang yang tadinya cukup untuk menampung 10 ayam kini hanya boleh untuk 5 ayam.
Perluasan kandang serta renovasinya jelas akan memakan biaya banyak, kata mereka. Namun Peternak Iowa sudah membuktikan bahwa standar dalam proposi tsb sangat mungkin untuk diterapkan dalam bisnis ternak, justru lebih efisien dalam hal biaya, karena mereka tidak perlu membangun kandang (hewan ternak dibiarkan bebas berkeliaran di padang rumput luas), tidak perlu memberi vitamin untuk pertumbuhan mengingat mereka telah mendapat pakan yang cukup dari alam.
Oprah juga memutarkan video kandang babi dan sapi yang ada di California. Reaksi saya? Tidak berperikebinatangan! Sapi dan babi yang hamil diberi kandang yang hanya pas untuk porsi tubuh mereka saja, tidak bisa berputar atau meregang-regangkan kaki dan punggung di kala pegal seperti yang kita (manusia) lakukan.
Begitu juga nasib yang menimpa hewan ternak lainnya. Saya menyimpulkan, pantas saja orang Amrik mudah sekali memutuskan untuk perang sana-sini, makanan yang dia konsumsi saja hasil penganiayaan.
Kalau dibandingkan dengan Indonesia, sebagian besar penduduk Indonesia cuma mampu beli tempe tahu, hasilnya? perang tidak maju tapi dibilang berperikebinatangan juga belum tentu. Lha wong, bukannya ga doyan sapi, cuma keadaan memaksa gigit jari melihat harga daging ayam, sapi, dan kambing terus melonjak.
Selama perjalanan tadi saya juga berpikir bahwa ungkapan "you are..." di atas berlaku untuk kalangan middle-up class saja.
Kalau orang tidak mampu, boro-boro memikirkan apa pakaian yang dikenakannya sudah merepresentasikan dirinya atau belum, untuk makan saja sulit...
Monday, November 16, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
5 comments:
waww....! cukup membuat heran...baru kali ini penulis mengangkat tulisan tentang perikebinatangan...hehehe....you shud join on some movement kayanya...macam PeTa ato Foods Not Bombs biar tidak terkesan bukan "cuma wacana"...hehehe...
kalo saya bukan karnivora, tapi omnivora cernderung pengerat.. :) tidak ada pantangan untuk makan, makanan terparah yang pernah saya makan adalah nasi agak basi dan agak basah dengan tempe oreg yang masih lumayan enak...terjadi ketika kos dan tidak punya uang untuk makan, tapi sebenarnya lebih karena sayang kalo makanan itu dibuang..sedih ya?!!! :D
untuk musik...yang saya tau, penulis mendengarkan nada yang easy listening...lebih pada harmonisasi vokal di kombinasi dengan suara suara instrument yang unik tapi masih dapat diterima telinganya..macam tortured soul, phoenix, atau daft punk, yahhh mungkin itu yang saya tau bahwa band band ini menggunakan synthesizer di musiknya...
sedangkan saya ...mulai mendengarkan kaset ketika SMP, ketika anak SMP mendengarkan Stinky, dan aneka ragam boy band yang menjamur, saya memilih untuk mendengarkan kaset bajakan Green Day, kaset pinjaman-dari-teman Bad Religion, dan kaset merekam-sendiri NOFX...hasilnya sampai sekarang telinga saya yaa seperti itu...tetap mendengarkan yang seperti itu, bahkan sampai mencari lagu melo nya pun dari band D.I.Y heheheh...
yang saya pakai:(or i wish i can use this gear)hehehe....
1.Band t-shirt/Fred Perry polo shirt
2.jeans/cotton pants
3.uncomfortable shoes(converse), dan masih mengidam-idamkan sepatu Fred Perry atau Vans "Slayer", oiyaa...sama sepatu Visions nya Tim Armstrong....hehehehe
sebenarnya saya bingung dengan apa yang saya tulis ini...mungkin belum cukup tinggi ilmunya untuk mengomentari isi terpenting blog ini, jadi paling tidak saya sangat ingin berpartisipasi loohhh... :D
your biggest fan :p
Aih! Si biggest fan bisa aja, blog ini kan ditulis untuk Anda! Tapi sarannya untuk join PeTa ato FNB sangat dipertimbangkan :)
wah...jadi tulisan ini ditulis untuk saya?ga percayaaa.... :)
Ah, peri kebinatangan atau tidak, yang jelas hewan memang disediakan buat di makan.
=p
What I eat today?
Telur ceplok dan tempe goreng.
YUM!
What I listen to today?
Current playlist is showing David Gray, Meiko, Sheryl Crow and Her Space Holiday.
What I wear today?
FFwd Records tee, Eurial black shorts, Eurial Issue #1 monoblack backpack with board strap, Ouval Research black coat, Indicator black zipped up hoody, Converse Premiere OS Metal Black/Gold.
Saya mengikuti gaya Eko dari I-Radio Bandung sebagai Golhit alias Golongan Hitam.
Tapi kenapa jadinya malah pamer merk?
Apeu ah.
E.
Post a Comment