Mungkin beberapa postingan saya ke depan akan terus menerus mengenai pasangan.
Tahukah anda? (opening ala artikel2 majalah)
Pasangan saya mendengarkan hands down-Dashboard Confessional. Saya menikmati you make me feel brand new-simply red yang menye-menye itu.
Dia dengan inisial “D” sangat lempeng dengan hidupnya, ngga neko-neko. Saya sangat complicated, mendetail membahas masalah, penasaran sama definisi siapa saya, self-obsessed.
Orang yang saya beri julukan K tersebut tidak aware dengan ponselnya. Saya tidak bisa jauh dari ponsel, bahkan mengecek apa ada yang salah kalau tidak ada sms masuk seharian.
Pria tambun itu aktif di jejaring sosial, ngasih komen ini itu, punya teman banyak. Lagi-lagi saya hanya punya teman kurang dari 5, punya jejaring sosial hanya untuk stalking perkembangan hidup orang-orang tanpa gairah meng-update (such a psycho indeed, well I call myself a born to be detective).
Drummer ini memprioritaskan kenyamanan dalam bekerja, saya kompensasi dan idealisme sebagai penulis.
Dia tidak berencana; saya hari ini bla bla bla mau ngapain, besok ngapain, wiken ngapain, seminggu ini pake baju bla bla bla, ribet juga sih saya.
He is a music maniac; I am a movie maniac.
He is an outdoor person, I always love living at my room: watching or reading.
Dia berbicara 500 kata per hari; saya 50.000 kata juga per hari.
Saya drama queen, mendayu-dayu saat ada kesulitan pacar tidak di tempat, dia: tidak menanyakan kabar, asik ngutak ngatik hp atau ngopi lagu baru.
Mari kita percaya Tuhan itu adil dan telah menciptakan manusia berpasangan-pasangan sesuai jodoh yang tertulis dalam buku 50.000 tahun lalu itu. Tidak selalu pasangan yang kita inginkan memang, tapi dia yang terbaik yang dipilihkan Tuhan untuk saya. Bisa dibilang, buat dia: saya itu menyebalkan, buat saya: dia sama menyebalkan.Walaupun dia dan saya berbeda kutub, semoga ada satu titik yang selalu merekatkan. Seperti pasangan ini:
Satu sketsa yang saya ambil dari blog sang istri:
Sambil bebenah, seperti biasa.. Faz kan orangnya butuh pengakuan, butuh pernyataan, sedangkan saya orangnya dataar, lempeeng, bahagia atau sedih cuma dalem diri saya yang tau.. makanya Bebi nanya "Seneng gaa udah jadi ke Benoa? Udah main watersport?". "Iya seneng". "Ga boleh gitu doang jawabnyaaa.. " "Oiyaaa.. seneng banget bebiiihh makasihh yaa udah mau ke Benoa trus bayarin kita main-main."
"Love you"
"Love you too"
(dikutip dari karasanten blog, note: kar, izin mengutip ya, mendapat inspirasi dari blog-mu )
Biasanya saya tidak mempersembahkan tulisan, tapi tulisan ini saya peruntukkan kepada pria yang tidak selalu di samping nan saya suka dan teman saya yang bernama MALAIKAT, yang akan menikah Januari mendatang, happy married!
Wednesday, December 15, 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment